4 Golongan Manusia Ketika Menghadap Allah SWT Di Akhirat

Terlepas dari golongan manusia apapun, pada dasarnya manusia merupakan mahluk ciptaan Allah SWT yang diperintahkan untuk menjadi khalifah di bumi. Melalui berbagai proses sampai berbentuk manusia, kemudian mereka diberikan kebebasan dalam memilih jalan kehidupannya. Jalan hidup yang telah dipilih oleh manusia bisa bermacam-macam, namun yang pasti terdapat dua kecenderungan dalam perbuatan mereka, yakni kebaikan dan keburukan.

Kedua hal tersebut sama-sama mempunyai konsekuensi yang mesti mereka tanggung di kemudian hari nanti.  Maka banyak orang yang menyebut bahwa dunia merupakan ladang dari akhirat. Dan ungkapan tersebut benar, walau terdapat beberapa perbuatan yang langsung dibalaskan pada saat masih hidup di dunia fana.

Golongan Manusia Ketika Menghadap Allah SWT Di Akhirat

4 Golongan Manusia di Akhirat

Memang di dalam kepercayaan kita, bahwa setelah kehidupan ada kematian, namun di dalam kematian tersebut banyak misteri yang belum pernah kita lihat secara langsung, namun di dalam kitab-kitab entah itu langsung dari firman Allah, ataupun dari hadits rasul bahkan sampai tulisan ulama’ terkemuka pada masa lampau tentunya memberikan kita petunjuk bagaimana kehidupan setelah kematian tersebut.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai jenis-jenis manusia ketika mengadap Allah Swt di akhirat kelak. Terdapat empat jenis manusia pada saat menghadap Allah Ta’ala di akhirat kelak, yakni:

  • Pertama, orang-orang yang bersegera dalam kebaikan (as-saabiquun bil khairaat).
  • Kedua, orang-orang pertengahan atau hamba yang pertengahan (al-muqtashid). Disebut juga dengan istilah golongan kanan (ash-haabul yamiin)
  • Ketiga, orang-orang yang mendzalimi dirinya sendiri (azh-zhalimu li nafisihi).
  • Keempat, yakni orang-orang kafir. Disebut juga sebagai ash-haabul masy’amah.

Tiga dari kelompok yang pertama seluruhnya merupakan orang-orang golongan yang beriman. Mereka ialah orang-orang yang memperoleh warisan berupa ilmu dari Al-Qur’an. Mereka pun umum juga merupakan hamba-hamba Allah yang terpilih.

Allah Ta’ala berfirman di dalam Surat AL Fathir ayat 32 :

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

Yang artinya : “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” (QS. Faathir : 32)

Allah Ta’ala telah menyebutkan dua kelompok yang pertama (as-saabiq dan al-muqtashid) pada awal dan akhir dalam surat Al-Waqi’ah, lantas menyebutkan jenis yang ketiga yakni orang-orang kafir.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al Waqi’ah ayat 7 dan 8 sampai 11 serta 89 sampai 94  :

وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً

Artinya :“Dan kamu menjadi tiga golongan.” (QS. Al-Waqi’ah: 7)

فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ؛ وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ؛ وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ ؛ أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ

Artinya :“Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang beriman paling dahulu. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.” (QS. Al-Waqi’ah : 8-11)

Dan pada akhir surat pun disebutkan,

فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّتُ نَعِيمٍ ؛ وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ؛ فَسَلَامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ؛ وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ ؛ فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ ؛ وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ

Artinya :“Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rizki serta surga kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam jahannam.” (QS. Al-Waqi’ah: 89-94)

Lantas, Siapakah Mereka ?

As-saabiquun bil khairaatialah al-muqarrabuun, merupakan golongan manusia yang didekatkan oleh Allah Ta’ala. Mereka ialah orang-orang yang senang dalam berbuat kebaikan (ahlul ihsaan). Hal tersebut adalah kedudukan tertinggi seseorang yamg ada pada sisi Allah SWT. Mereka merupakan orang-orang yang melaksanakan kewajiban (fardhu) serta meninggalkan segala hal yang haram.

Mereka pun memiliki semangat yang tinggi ketika menjalankan berbagai macam hal sunnah. Mereka meninggalkan sesuatu hal yang haram dan makruh, pun juga meninggalkan sesuatu hal yang syubhat sebab khawatir bisa terpeleset dalam perkara yang haram.

Golongan Manusia Al-muqtashiduun dan as-saabiquun

Al-muqtashiduun, golongan manusia ini disebut juga dengan ash-haabul yamiinatau ash-haabul maimanah. Mereka ialah orang-orang yang melaksanakan berbagai kewajiban serta meninggalkan sesuatu hal yang Allah Ta’ala haramkan. Mereka menjaga terhadap batasan-batasan dari syariat Allah Ta’ala.

Namun, mereka tak mempunyai semangat dalam melaksanakan perkara-perkara sunnah, seperti pada golongan manusia as-saabiquun. Mereka pun terkadang terpeleset pada perkara makruh. Mereka juga mudah di dalam melakukan perkara yang mubah. Tak seperti golongan pertama (as-saabiquun) yang selalu berhati-hati walaupun dalam perkara mubah ketika khawatir akan berlebih-lebihan di dalamnya.

Dua golongan manusia yang pertama tersebut ialah ahlul jannah (penghuni surga), dan akan masuk surga tanpa perlu disiksa di neraka.

Golongan Manusia azh-zhaalimu li nafsihi

Untuk golongan manusia yang lain, yakni azh-zhaalimu li nafsihi (orang yang menzhalimi diri sendiri), mereka merupakan orang-orang yang beriman yang meninggalkan sebagian dari sesuatu hal yang wajib dan terjatuh pada sebagian sesuatu hal yang haram. Mereka ialah orang-orang yang beriman yang pada akhirnya bakal menjadi penghuni surga.  Namun sayangnya, mereka dikhawatirkan nantinya masuk neraka terlebih dahulu sebab kemaksiatan yang telah mereka kerjakan. Hal ini tergantung pada kehendak Allah Ta’ala, yang tertulis dalam Al Quran

وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Artinya:Dan Allah mengampuni segala dosa selain syirik itu, bagi siapa saja yang Allah kehendaki.” (QS. An-Nisa’ : 48)

Terkadang, Allah Ta’ala pun mengampuni dosa-dosa  yang telah mereka lakukan. Lantas langsung memasukkan golongan tersebut ke dalam surga. Akan tetapi terkadang pula, Allah Ta’ala akan mengazab dahulu mereka di neraka, lantas mengeluarkan mereka dari neraka kemudian memasukkannya ke dalam surga.

Golongan Orang-orang Kafir

Dan untuk golongan manusia yang keempat ialah orang-orang kafir, mereka merupakan ash-haabul masy’amah, ash-haabul syimaal, mereka adalah orang-orang yang mendustakan serta sesat. Orang-orang kafir tersebut bermacam-macam, entah itu dari golongan Yahudi, Nashrani, Majusi, orang-orang yang munafik, juga orang-orang yang musyrik. Mereka ialah orang-orang yang akan abadi di dalam api neraka, selama-lamanya. Nas’alullaaha as-salaamata wal ‘afiyaat.

Kesimpulan

Kehidupan setelah kematian memanglah menjadi misteri, sebab kita belum pernah melihatnya sendiri. Maka dari itu Allah SWT memberikan petunjuk melalui firman-Nya yang tertuang di berbagai surat, seperti kami uraikan di atas mengenai golongan manusia ketika menghadap Allah SWT. Semoga artikel ini bermanfaat untuk pengetahuan kamu sekalian, dan juga kami harapkan kamu bisa membantu menyebarkan artikel ini demi kebaikan ilmu pengetahuan tentang islam ke siapapun. Wallahu a’lam bis shawaf.

5 / 5. 631

× Klik di sini untuk pemesanan