5+ Ayat Neraka di Dalam Alquran dan Para Penduduknya

Neraka adalah seburuk-buruknya tempat untuk kembali. Telah dijelaskan di dalam banyak ayat, neraka di dalam alquran dibahas sebagai tempat untuk kembalinya orang-orang yang telah menyangkal ayat-ayat Allah serta menyangkal para nabi juga utusan-Nya. Selain menyangkal dan ingkar, mereka pun juga mengkufuri ajaran dari Allah Swt yang disampaikan melalui lisan dari para utusan.

Neraka di Dalam Alquran dan Siapa Saja Penduduknya ?

Neraka di Dalam Alquran

Bagaimana gambaran dari Al-Qur’an mengenai rombongan yang nanti akan memasuki neraka ? Dari penafsiran para mufassir bil ma’tsûr di dalam Al-Qur’an Surat Az-Zumar ayat 71 dan 72 sebagai berikut :

وَسِيْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى جَهَنَّمَ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا فُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَآ اَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَتْلُوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَا ۗقَالُوْا بَلٰى وَلٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ

Artinya, “Orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan sehingga apabila mereka sampai kepadanya (neraka) pintu-pintunya dibukakan dan penjaga-penjaga berkata kepada mereka, ‘Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalangan kamu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan (dengan) harimu ini?’ Mereka menjawab, ‘Benar, ada,’ tetapi ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir,” (Surat Az-Zumar ayat 71).

Di dalam Surat Az-Zumar ayat 72 tersbeut, Allah SWT juga berfirman

قِيْلَ ادْخُلُوْٓا اَبْوَابَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۚفَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ

Artinya : “Dikatakan (kepada mereka), ‘Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu, (kamu) kekal di dalamnya.’ Maka (neraka Jahanam) itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri,’ (Surat Az-Zumar ayat 72).

Pada saat menafsirkan ayat dari “wasiqal ladzina kafaru ila jahannama,” At-Thabary mengemukakan maksud dari ayat ini berdasarkan hadits riwayat tafsir dari Qatadah dan juga diriwayatkan Bisyr dari Yazid dan dari Sa’id, yang berkata:

وحشر الذين كفروا بالله إلى ناره التي أعدّها لهم يوم القيامة جماعات, جماعة جماعة, وحزبا حزبا

Artinya, : “Orang-orang yang kafir terhadap Allah SWT kelak akan dikumpulkan menuju neraka-Nya yang disiapkan untuknya kelak di hari kiamat dalam kelompok-kelompok, kelompok demi kelompok, partai demi partai,” (Abu Ja’far At-Thabary, Tafsir At-Thabary).

Dan secara tegas, At-Thabari menafsirkan lafal dari zumaran sebagai جماعات atau kelompok-kelompok. Al-Qurthuby memberikan gambaran mengenai zumaran ini seperti suara seruling yang berbeda di antara satu dengan yang lainnya.

Dia berkata :

دفعا وزجرا بصوت كصوت المزمار

Artinya, “Secara berkelompok dan tersekat-sekat, dengan suara menyerupai suaranya seruling (al-mizmar),” (Al-Qurthuby, Tafsir Al-Qurthuby).

Selanjutnya pada saat sampai dalam menafsiri ayat: حتى إذا جاءوها فتحت أبوابها (sehingga ketika mereka telah sampai di depan neraka maka dibukalah pintu-pintu tersebut) secara khusus al-Thabary dan Al-Qurthuby setuju di dalam menyebut bahwa ada banyaknya pintu neraka di dalam alquran yakni berjumlah 7 buah. Lafal خزنة adalah bentuk jama’ dari lafal خازن yang berarti penjaga.

Kalimat tersebut ditinjau daripada ilmu i’rabul qur’an, yang hampir sama dengan kalimat wazan سدنة وسادن dalam shighat jama’ dan mufradnya. Pada saat penduduk neraka sudah sampai di depan pintu, dan kemudian mengetuknya, maka para penjaga neraka iniakan memberikan salam terhadap mereka. Akan tetapi salam tersebut disampaikan melalui bentuk pertanyaan

ألم يأتكم رسل منكم يتلون عليكم آيات ربكم أي الكتب المنزلة على الأنبياء . وينذرونكم أي يخوفونكم لقاء يومكم هذا قالوا بلى أي قد جاءتنا

Artinya : “Bukankah para utusan telah mendatangi kalian sembari membacakan ayat-ayat dari Tuhan kalian kepada kalian (berupa kitab suci yang diturunkan kepada mereka/para anbiya) dan memperingatkan kalian (memperingatkan tentang hari perjumpaan ini)?’ Mereka menjawab, ‘Benar, para utusan itu telah datang kepada kami,’” (Al-Qurthuby, Tafsir Al-Qurthuby)

Apabila dilihat melalui siyaqul kalam pertanyaan ini, maka lafal dari pertanyaan tersebut seperti bermakna taubikh (melecehkan) sebab bagaimana pun mereka telah diingatkan. Akan tetapi, mereka menolak di dalam hidup mereka di dunia, bahkan sampi menghinakan mereka yang telah memberikan peringatan. Yang pada akhirnya mereka seperti dibalas dengan pelecehan melalui pertanyaan tersebut. Itulah gambaran dari siksa neraka di dalam alquran yang telah dijelaskan.

Sebuah pertanyaan jelas sudah mengenai jawabannya mengenai neraka di dalam alquran, yakni kebenaran bahwa suatu hari nanti Allah SWT akan memenuhi tempat di neraka jahannam dengan golongan jin serta golongan manusia. Allah SWT berfirman :

وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ

Artinya : “Akan tetapi telah nyata kalimat azab atas orang-orang yang kufur,” (Surat Az-Zumar ayat 71).

Ayat di atas memperoleh penafsiran oleh At-Thabary sebagai :

ولكن وجبت كلمة الله أن عذابه لأهل الكفر به علينا بكفرنا به

Artinya, “Akan tetapi telah tetap bahwa sungguh kalimat Allah berupa azab untuk ahli kufur kepada-Nya akan mendera kita sebab kekufuran yang telah kami lakukan.” (Abu Ja’far At-Thabary, Tafsir At-Thabary).

Jadi, seolah-olah pertanyaan tersebut memang tidak membutuhkan jawaban sebab orang-orang kufur ini telah paham dengan jawaban pastinya, bagaimanapun mereka mesti mendapatkan konsekuensi karena kekufuran yang telah dilakukannya.

Sebagaimana konsekuensi tersebut sudah mereka sadari melalui firman Allah SWT :

لأملأن جهنم من الجنة والناس أجمعين

Artinya : “Sungguh, pasti akan aku penuhi neraka jahannam itu dari golongan jin dan manusia semua.”

Atau bisa dikatakan sesuai dengan gambaran neraka di dalam alquran bahwa mereka telah sadar akan masuk ke neraka jahannam. Maka dari itu, disampaikan dari para penjaga-penjaga neraka di dalam alquran terhadap mereka sebagaimana yang ada di dalam Surat Az-Zumar ayat 72 :

قِيْلَ ادْخُلُوْٓا اَبْوَابَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۚفَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ

Artinya : “Diucapkan, ‘Masuklah kalian lewat pintu-pintu neraka jahannam yang telah disediakan dan kelak kalian kekal di dalamnya. Itulah seburuk-buruk tempat kembali bagi orang-orang yang takabur.”

At-Thabary memberikan gambaran masuk mereka tersebut menurut golongannya, sebagaimana telah dijelaskan neraka di dalam alquran sebagai berikut:

فتقول خزنة جهنم للذين كفروا حينئذ: (ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ) السبعة على قدر منازلكم فيها (خَالِدِينَ فِيهَا) يقول: ماكثين فيها لا يُنقلون عنها إلى غيرها.(فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ) يقول: فبئس مسكن المتكبرين على الله في الدنيا، أن يوحدوه ويفردوا له الألوهة, جهنم يوم القيامة

Artinya : “Para penjaga neraka jahanam ini lalu berkata kepada orang-orang kafir ketika itu, ‘Masuklah kali lewat pintu-pintu jahanam yang berjumlah tujuh menurut kadar derajat kekufuran kalian. Kalian akan tinggal di dalamnya tanpa bisa berpindah dari satu pintu ke pintu lainnya. Itulah seburuk-buruk tempat kembali bagi orang-orang yang sombong.’ Yaitu seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang telah membangkang kepada Allah selagi di dunia dengan tidak mau menauhidkannya, dan memurnikannya dalam sifat ketuhanannya. Oleh karena itu, neraka jahanam tempat tinggalnya kelak di hari kiamat,” (Abu Ja’far At-Thabary, Tafsir At-Thabary).

Kesimpulan

Melalui keterangan neraka di dalam alquran yaitu pada ayat-ayat di atas, bisa disimpulkan bahwa suatu hari nanti pada hari kiamat, neraka adalah :

  • Tempat bagi orang-orang kufur, takabur, serta suka membangkang kepada perintah Allah SWT. Neraka adalah bentuk dari balasan yang memiliki sifat balasan penghinaan sebab perbuatan kaum yang telah kufur dan takabur selama hidup di dunia
  • Neraka mempunyai tujuh pintu. Suatu saat nanti penduduk neraka akan memasukinya melalui tuhuj pintu-pintu tersebut menurut dari derajat kekufuran dan pembangkangan kepada Allah SWT
  • Neraka adalah tempat yang dijaga para malaikat (khazanah) yang telah diperintahkan oleh Allah SWT
  • Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa neraka di dalam alquran merupakan seburuk-buruknya tempat untuk kembali

Maka sudah sepantasnya apabila kita selalu berlindung kepada Allah SWT dari semua hal tindakan yang dapat mengantarkan manusia ke pintu neraka. Wallahu a’lam bis shawab.

5 / 5. 761

× Klik di sini untuk pemesanan